Tampilkan postingan dengan label [Fiqih] Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label [Fiqih] Puasa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2015

Amalan Yang Afdhol Pada Puasa Syawwal

🌷👍 Amalan Yang Afdhol Pada Puasa Syawal

*****

📈📃Penanya
Apa yang afdhol dilakukan pada puasa 6 hari di bulan Syawal ❓

💺Syaikh Ibnu Baz Rohimahullohu ta'ala mengatakan :
Sesungguhnya menyegerakan puasa 6 Hari di bulan Syawal dan berturut - turut dalam melaksanakannya di awal bulan Syawal yang demikian adalah yang utama

📃📋Majmu Al Fatawa 15/396

***
Tambahan :
Dengan Adanya artikel ini kami mengajak Dan menghasung Ikhwan yang belum melaksanakannya puasa 6 hari di bulan Syawal untuk segera melaksanakannya Mumpung sekarang masih di awal bulan untuk mendapatkan keutamaan
Barokallohu fiikum

-------
🎿💍Forum Ilmiyah Karanganyar

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃
Repost:

🍄 Akhowat Fillah Purwokerto🍄

WA 📚رياض طالبات العلم🌻

Minggu, 19 Juli 2015

Sunnah Yang Ditinggalkan

بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرّحمن الرّحيم
🌳🍯🎒
-------
🔬 SUNNAH YANG DITINGGALKAN
-------

🍉 MAKAN SEMANGKA HIJAU ATAU KUNING DENGAN KURMA
--------



🔻Berkata Imam Abu Dawud -رحمه الله- dalam Sunan beliau:

"Telah mengkhabarkan kepadaku Sa'id bin Nushair, mengkhabarkan kepada kami Abu usamah, mengkabarkan kepada kami Hisyam bin Urwah, dari ayahnya (Urwah) dari Aisyah -رضي الله عنها- beliau berkata:

"Dahulu Rasulullah -صلى الله عليه وسلم- beliau makan semangka dengan kurma. Lalu beliau bersabda:
(( kita hilangkan panasnya ini (puasa) dengan dinginnya semangka, dan kita hilangkan dinginnya semangka dengan panasnya kurma.))


🔗 Berkata Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad dalam syarah beliau Sunan Abu Dawud:

"Ini merupakan bentuk alternatif makan dengan kurma.

🍉Bahwasanya semangka memiliki sifat dingin, sedangkan kurma memiliki sifat panas, maka panasnya kurma bisa dihilangkan dengan dinginya semangka, demikian pula kebalikannya.


Dalam hadist tersebut dibolehkannya menggabungkan dua jenis makanan yang berbeda ketika makan.

Caranya ialah dengan mengambil keduanya secara bersamaan, hal ini bertujuan menghilangkan panasnya makanan yang satu dengan dinginnya makanan yang lain. Hadist ini sanadnya hasan."



          ❁ ✿ •┈• ✿ •┈• ✿ ❁








Edisi Khusus bulan Ramadhan
                  🌙⭐ -WBF- ⭐🌙

Turut mempublikasikan:

🌍ADMIN SALAFIYAT INDONESIA (ASIA)
💎PERMATA MUSLIMAH SALAFIYAH📚
🌐MUSLIMAH SALAFIYAH SOLO

〰🌻〰🌻〰🌻〰🌻〰🌻〰
📕Muslimah Belajar Shorof📚

Rabu, 15 Juli 2015

Kitab Ad Durar Al Bahiyyah 9 (Terakhir)

📚 SYARAH KITAB ASH-SHIYAM 📖
(Penjelasan Seputar Permasalahan Puasa)
🔖Dari Kitab Ad-Durar al-Bahiyyah🔖

✒ Karya al-Imam asy-Syaukani-rahimahullah

🏡 Bersama: al-Ustadz Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi

🌴Pelajaran Kesembilan/Terakhir🌴

🔊 قال الإمام الشوكاني رحمه الله:

ويُستحَبُّ : الاجتهادُ في العملِ فيها، وقيامُ ليالي القَدْر، ولا يخرُجُ المعتكِفُ إلا لحاجَةٍ.

🔊 Berkata al-Imam asy-Syaukani rahimahullah:

“Disunnahkan bersungguh-sungguh beramal pada 10 malam terakhir, menegakkan (menghidupkannya dengan ibadah) malam Lailatul Qadar, dan (hendaknya) orang yang beri’tikaf tidak keluar (dari tempat I’tikafnya) kecuali karena hajat.”

📎 Simak penjelasan pelajaran kesembilan ini pada audio berikut ini;
📥https://ia902609.us.archive.org/31/items/KajianSalafyCilacap/UstadzAbuUbaidahIqbal/360909_Al-Ustadz_Iqbal_bin_Damiri_-_Kitab_Shiyam.mp3

Dengan ini selesailah pembahasan kita dari Kitab ash-Shiyam dari kitab ad-Durarul Bahiyyah.

🌹Semoga bermanfaat!

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Kitab Ad Durar Al Bahiyyah 8

📚 SYARAH KITAB ASH-SHIYAM 📖
(Penjelasan Seputar Permasalahan Puasa)
🔖Dari Kitab Ad-Durar al-Bahiyyah🔖

✒ Karya al-Imam asy-Syaukani-rahimahullah

🏡 Bersama: al-Ustadz Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi

🌴Pelajaran Kedelapan🌴

🔊 قال الإمام الشوكاني رحمه الله:

باب الاعتكاف

يُشرع -ويصح- في كل وقت في المساجد. وهُو في رمضانَ آكدُ. سيَّما في العشرِ الأواخِرِ منهُ.

🔊 Berkata al-Imam asy-Syaukani rahimahullah:

BAB I’TIKAF

 “Disyariatkan (I’tikaf) dan sah dilakukan di setiap waktu didalam masjid. Hal tersebut dilakukan di bulan Ramadhan lebih ditekankan, terlebih-lebih lagi pada 10 malam terakhir.”

📎 Simak penjelasan pelajaran kedelapan ini pada audio berikut ini;
📥https://ia902609.us.archive.org/31/items/KajianSalafyCilacap/UstadzAbuUbaidahIqbal/360908_Al-Ustadz_Iqbal_bin_Damiri_-_Kitab_Shiyam.mp3

🌹Semoga bermanfaat!

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚k

Kitab Ad Durar Al Bahiyyah 7

📚 SYARAH KITAB ASH-SHIYAM 📖
(Penjelasan Seputar Permasalahan Puasa)
🔖Dari Kitab Ad-Durar al-Bahiyyah🔖

✒ Karya al-Imam asy-Syaukani-rahimahullah

🏡 Bersama: al-Ustadz Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi

🌴Pelajaran Ketujuh🌴

🔊 قال الإمام الشوكاني رحمه الله:

ومَنْ مات وعليْهِ صومٌ صامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ. والكبيُر العاجزُ عن الأداءِ والقضاءِ يُكَفِّرُ عنْ كُلِّ يومٍ بإطعامِ مسكين.

🔊 Berkata al-Imam asy-Syaukani rahimahullah:
 “Barangsiapa meninggal dalam keadaan masih meninggalkan tanggungan puasa, maka walinya berpuasa untuknya. Orang yang sudah tua yang tidak mampu berpuasa dan mengqadha, maka dia membayar kafarah (fidyah) untuk setiap harinya dengan memberi makan seorang miskin.”

📎 Simak penjelasan pelajaran ketujuh ini pada audio berikut ini;
📥https://ia902609.us.archive.org/31/items/KajianSalafyCilacap/UstadzAbuUbaidahIqbal/360907_Al-Ustadz_Iqbal_bin_Damiri_-_Kitab_Shiyam.mp3

🌹Semoga bermanfaat!

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Kitab Ad Durar Al Bahiyyah 6

📚 SYARAH KITAB ASH-SHIYAM 📖
(Penjelasan Seputar Permasalahan Puasa)
🔖Dari Kitab Ad-Durar al-Bahiyyah🔖

✒ Karya al-Imam asy-Syaukani-rahimahullah

🏡 Bersama: al-Ustadz Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi

🌴Pelajaran Keenam🌴

🔊 قال الإمام الشوكاني رحمه الله:

فصل

يَجِبُ على من أفطرَ لعُذرٍ شَرعيٍّ أنْ يقْضِي. والفطرُ للمسافرِ ونحوِه رُخصةٌ. إلا أن يَخْشَى التلفَ ، أو الضَّعْفَ عَنْ القِتال فَعَزِيْمَةٌ.

🔊 Berkata al-Imam asy-Syaukani rahimahullah:

PASAL
“Wajib bagi orang yang berbuka (batal) karena alasan yang dibenarkan syariat untuk mengqadha puasa. Berbuka (tidak berpuasa) bagi musafir atau yang semisal adalah rukhshah (keringanan), kecuali jika kuatir akan binasa atau lemah dalam berperang, maka hukumnya wajib (berbuka).”

📎 Simak penjelasan pelajaran keenam ini pada audio berikut ini;
📥https://ia902609.us.archive.org/31/items/KajianSalafyCilacap/UstadzAbuUbaidahIqbal/360906_Al-Ustadz_Iqbal_bin_Damiri_-_Kitab_Shiyam.mp3

🌹Semoga bermanfaat!

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Kitab Ad Durar Al Bahiyyah 5

📚 SYARAH KITAB ASH-SHIYAM 📖
(Penjelasan Seputar Permasalahan Puasa)
🔖Dari Kitab Ad-Durar al-Bahiyyah🔖

✒ Karya al-Imam asy-Syaukani-rahimahullah

🏡 Bersama: al-Ustadz Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi

🌴Pelajaran Kelima🌴

🔊 قال الإمام الشوكاني رحمه الله:

5- وتأخيرُ السّحورِ.
فصل

- يَجِبُ على من أفطرَ لعُذرٍ شَرعيٍّ أنْ يقْضِي...

🔊 Berkata al-Imam asy-Syaukani rahimahullah:
 “Disunnahkan pula (bagi orang yang berpuasa) mengakhirkan makan sahur.”

PASAL

“Wajib bagi orang yang berbuka (batal) karena alasan yang dibenarkan syariat untuk mengqadha puasa.”

📎 Simak penjelasan pelajaran kelima ini pada audio berikut ini;
📥https://ia902609.us.archive.org/31/items/KajianSalafyCilacap/UstadzAbuUbaidahIqbal/360905_Al-Ustadz_Iqbal_bin_Damiri_-_Kitab_Shiyam.mp3

🌹Semoga bermanfaat!

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Kitab Ad Durar Al Bahiyyah 4

📚 SYARAH KITAB ASH-SHIYAM 📖
(Penjelasan Seputar Permasalahan Puasa)
🔖Dari Kitab Ad-Durar al-Bahiyyah🔖

✒ Karya al-Imam asy-Syaukani-rahimahullah

🏡 Bersama: al-Ustadz Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi

🌴Pelajaran Keempat🌴

🔊 قال الإمام الشوكاني رحمه الله:

4- والقيء عَمداً.
ويَحْرُمُ الوصالُ. وعلى من أفطرَ عَمْداً كفارةُ ككفارةِ الظِّهار.
ويُندَبُ :
1- تعجيلُ الفطورِ.

🔊 Berkata al-Imam asy-Syaukani rahimahullah:
“(Puasa) batal dengan muntah yang disengaja. Diharamkan wishal (bagi orang yang berpuasa). Dan barangsiapa berbuka puasa dengan sengaja, maka wajib baginya membayar kafarah seperti kafarah Zhihar.”
“Disunnahkan (bagi orang yang berpuasa) bersegera berbuka puasa.”

📎 Simak penjelasan pelajaran keempat ini pada audio berikut ini;
📥https://ia902609.us.archive.org/31/items/KajianSalafyCilacap/UstadzAbuUbaidahIqbal/360904_Al-Ustadz_Iqbal_bin_Damiri_-_Kitab_Shiyam.mp3

🌹Semoga bermanfaat!

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Kitab Ad Durar Al Bahiyyah 2

📚 SYARAH KITAB ASH-SHIYAM 📖
(Penjelasan Seputar Permasalahan Puasa)
🔖Dari Kitab Ad-Durar al-Bahiyyah🔖

✒ Karya al-Imam asy-Syaukani-rahimahullah

🏡 Bersama: al-Ustadz Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi

🌴Pelajaran Kedua🌴

🔊 قال الإمام الشوكاني رحمه الله:

وَإِذَا رَآهُ أَهْلُ بَلَدٍ لَزِمَ سَائِرَ الْبِلَادِ الْمُوَافَقَةُ. وَعَلَى الصَّائِمِ النِّيَّةُ قَبْلَ الْفَجْرِ.

🔊 Berkata al-Imam asy-Syaukani rahimahullah:

“Dan apabila penduduk suatu negeri telah melihat hilal, maka wajib bagi seluruh negari-negeri yang lainnya untuk mengikutinya. Dan wajib bagi seorang yang akan berpuasa berniat sebelum (terbitnya) fajar.”

📎 Simak penjelasan pelajaran kedua ini pada audio berikut ini;
📥https://ia902609.us.archive.org/31/items/KajianSalafyCilacap/UstadzAbuUbaidahIqbal/360902_Al-Ustadz_Iqbal_bin_Damiri_-_Kitab_Shiyam.mp3

🌹Semoga bermanfaat!

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Kitab Ad Durar Al Bahiyyah 3

📚 SYARAH KITAB ASH-SHIYAM 📖
(Penjelasan Seputar Permasalahan Puasa)
🔖Dari Kitab Ad-Durar al-Bahiyyah🔖

✒ Karya al-Imam asy-Syaukani-rahimahullah

🏡 Bersama: al-Ustadz Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi

🌴Pelajaran Ketiga🌴

🔊 قال الإمام الشوكاني رحمه الله:

فصل

يبطل:
1- بالأكل،
2- والشرب،
3- والجماع،


🔊 Berkata al-Imam asy-Syaukani rahimahullah:
PASAL
“(Puasa) batal dengan makan, minum dan jimak.”

📎 Simak penjelasan pelajaran ketiga ini pada audio berikut ini;
📥https://ia902609.us.archive.org/31/items/KajianSalafyCilacap/UstadzAbuUbaidahIqbal/360903_Al-Ustadz_Iqbal_bin_Damiri_-_Kitab_Shiyam.mp3

🌹Semoga bermanfaat!

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Kitab Ad Durar Al Bahiyyah 1 (Belum Tersedia)

Renungan Ramadhan Me-6 (Terakhir)

🌙 RENUNGAN RAMADHAN

💦 SUDAHKAH ANGGOTA TUBUHMU JUGA BERPUASA🔍

🔖Bagian Keenam/Terakhir🔖

🌴 Wahai saudaraku!
Kemudian pula hal yang harus kita puasai adalah pendengaran kita. Sudahkah telinga kita telah berpuasa dari mendengarkan hal-hal yang diharamkan Allah Ta’ala. Sesungguhnya pendengaran ini akan dimintai pertanggung-jawabannya dihadapan Allah ‘Azza wa Jalla kelak;

Allah Ta’ala berfirman;

{وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا}

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." [QS. Al-Israa:36]

👂 Oleh karena itu, hendaklah kau jaga pendengaranmu dari perkara-perkara yang diharamkan untuk didengarkan. Diantara perkara-perkara yang dilarang bagi kita mendengarkannya adalah;

🔸1. Mendengarkan segala bentuk perkataan-perkataan bathil, seperti celaan terhadap ayat-ayat Allah, celaan terhadap sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, perkataan ghibah dan yang lain-lainnya.

Allah Ta’ala berfirman;

{وَإِذا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ}

"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya." [QS. Al-Qashash:55]

🔸2. Musik,
Musik merupakan perkara yang telah datang nash (dalil) tentang pengharamannya, baik dari al-Quran maupun Sunnah.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman;

{وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ}

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan LAHWAL HADITS (musik) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” [QS. Luqman:6]

🔊 Berkata Ibnu Mas’ud mentafsirkan arti “LAHWAL HADITS”: “Itu adalah musik, demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Dia semata” beliau mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali. [Tafsir Ibnu Katsir:6/330]

Demikian pula hal ini ditafsirkan oleh Ibnu ‘Abbas, Jabir, ‘Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Mujahid, Makhul, ‘Amr bin Syu’aib, Ali bin Badzimah dan al-Hasan al-Bashri.

Dari shahabat Abu Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

«لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ، يَسْتَحِلُّونَ الحِرَ وَالحَرِيرَ، وَالخَمْرَ وَالمَعَازِفَ»

"Akan ada nanti sekelompok kaum dari umatku yang menghalalkan perzinaan, kain sutera (bagi laki-laki), minuman khamer dan alat-alat ,musik.” [HR. Al- Bukhari]

Sungguh apa yang dikabarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa akan datang suatu kaum yang menjual musik-musik untuk menyesatkan manusia dan melalaikan mereka dari mendengarkan al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah kita saksikan. Musik sekarang dijadikan alternatif untuk mengisi waktu kosong menjelang berbuka puasa, untuk menghibur hati yang lara, dijadikan sebagai obat rindu kepada kekasihnya dan yang lainnya.

🌴 Wahai saudaraku, Sadarlah!
Sesungguhnya setan-setan itu adalah musuh berat dan besar bagimu. Jadikanlah dia sebagai musuhmu, bukan sebagai kawanmu! Misi setan-setan itu adalah ingin menyesatkanmu dari jalan Allah, sehingga jika engkau telah sesat, maka engkau akan menjadi temannya di Jahannam nanti;

Allah telah mengkabarkan dalam al-Quran tentang makar setan-setan yang terkutuk;

{قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ}

“Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya.” [QS. Shaad:82]

{قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ}

“Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” [QS. Al-A’raf:16-17]

🔥 Sungguh makar setan dengan musik, telah banyak menyesatkan manusia dari jalan Allah. Ketika manusia diperintahkan mendengarkan ayat-ayat Allah, maka mereka enggan dan lebih senang mendengarkan bujuk rayuan setan. Inilah musibah yang banyak menimpa umat manusia, baik yang kecilnya, yang mudanya, bahkan sampai yang tua-tua, gemar dengan namanya musik. Hanya kepada Allah-lah kita mengadu dan mohon pertolongan.

🌴 Wahai saudaraku!
Puasailah pendengaranmu dari perkara-perkara yang diharamkan!
Jadikan pendengaranmu untuk mendengarkan lantunan al-Quran atau hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang dibacakan!

💦 Perhatikanlah teriakan, tangisan dan penyesalan orang-orang yang berpaling dari jalan Allah Ta’ala pada hari kiamat nanti! Allah Ta’ala berfirman tentang mereka;

{وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ (10) فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ}

Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” [QS. Al-Mulk:10-11]

{وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124) قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (125) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (126) وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى (127)}

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat? Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.” [QS. Thahaa:124-127]

Inilah diantara hukuman bagi mereka-mereka yang berpaling dari ayat-ayat Allah dan dari peringatan Rasulllah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

🌴 Wahai saudaraku!
Ayo kita puasai anggota tubuh kita; mata, telinga dan lisan kita serta anggota tubuh kita yang lainnya dari perkara-perkara yang diharamkan. Karena sebagaimana yang saya sampaikan diawal, bahwa yang dituntut bagi kita bukan cuma puasa menahan diri dari makan dan minum semata, tetapi juga menahan diri kita, perkataan, pandangan dan pendengaran kita dari kemaksiatan dan hal-hal yang diharamkan. Jika hal ini telah teraplikasikan pada diri kita, maka dengan izin Allah kita keluar dari bulan Ramadhan dengan menyandang predikat sebagai insan yang bertaqwa.

🚪 Sebagai penutup, kami ulangi kembali sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam;

«مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ وَالجَهْلَ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ» رواه البخاري.

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan keji dan berbuat keji, Allah tidak butuh orang itu meninggalkan makan dan minumnya". [HR. Al-Bukhari]

Dan juga perkataan yang indah dan berhak ditulis dengan tinta emas, perkataan shahabat yang mulya Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata;

إذا صُمت فليصم سمعُك وبصرُك ولسانُك عن الكذب والمحارم، ودع أذى الجار، وليكن عليك وقارٌ وسكينةٌ، ولا تجعل يوم صومك ويوم فطرك سواء.

“Apabila engkau berpuasa, maka hendaknya pendengaran, pandangan dan lisanmu juga berpuasa dari perkataan dusta dan perbuatan-perbuatan yang diharamkan. Janganlah engkau mengganggu tetangga. Hendaklah engkau menjadi orang yang tenang dan jangan kau jadikan hari puasamu dan hari kau tidak berpuasa sama saja.”

🌹Demikianlah risalah ini saya tulis. Apabila ada kesalahan padanya maka saya bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan apabila ada benarnya, maka itu murni datangnya dari Allah semata.
Semoga risalah “RENUNGAN RAMADHAN’ ini bermanfaat bagi saya pribadi dan juga para pembaca. Kita memohon kepada Allah Ta’ala taufiq dan hidayah-Nya agar kita senantiasa berjalan diatas jalan ketaqwaan dan semoga Allah Ta’ala menerima puasa kita, shalat-shalat kita dan amalan shaleh kita di bulan Ramadhan ini. Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk dari hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Aamin Ya Rabbal ‘Aaalamin.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

-------------------------------
✒ Ditulis oleh Abu Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi_di kota Ambon Manise, 26 Ramadhan 1436 H/13 Juli 2015.

📥 Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
--------------------------------------

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah📚

Renungan Ramadhan Ke-5

🌙 RENUNGAN RAMADHAN

💦 SUDAHKAH ANGGOTA TUBUHMU JUGA BERPUASA 🔍

🔖Bagian Kelima🔖

🌴 Wahai saudaraku!
Kemudian hal yang harus kita puasai juga adalah pandangan kita. Wajib bagi kita menjaga pandangan kita dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, terlebih lagi ketika kita sedang berpuasa, maka hal ini lebih dituntut lagi.

Allah Ta’ala berfirman;

{قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ}

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." [QS. An-Nuur:30]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

«لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ»

"Tidaklah (boleh) seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, dan perempuan melihat aurat perempuan.” [HR. Muslim]

Menjaga pandangan itu lebih berat dari pada menjaga lisan, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu;

«حفظ البصر أشدّ من حفظ اللّسان»

“Menjaga pandangan itu lebih berat daripada menjaga lisan”. [Kitab al-Wara’, karya Ibnu Abid Dunya hal.62]

Berkata Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu;

«إذا مرّت بك امرأة فغمّض عينيك حتّى تجاوزك»

“Apabila ada seorang wanita lewat dihadapanmu, maka pejamkanlah matamu sampai dia berlalu darimu”. [Kitab al-Wara’, karya Ibnu Abid Dunya hal.66]

Berkata Sa’id bin Abil Hasan, ‘Sesungguhnya para wanita asing itu membuka dada-dada mereka dan tidak berjilbab’. Maka al-Hasan al-Bashri berkata kepada saudaranya, ‘Palingkanlah pandanagan dari mereka, Allah Ta’ala berfirman;

{قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ}

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya." [QS. An-Nuur:30]

[lihat kitab al-Wara’, karya Ibnu Abid Dunya hal.62]

Berkata Ibnu Daqiqil ‘Ied rahimahullah;

«إنّ التّقوى سبب لغضّ البصر، وتحصين الفرج»

“Sesungguhnya ketaqwaan itu merupakan sebab untuk menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan.” [Fathul Bari:9/109]

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah; “Allah Ta’ala telah memerintahkan dalam Kitab-Nya (al-Quran) untuk menundukkan pandangan, dan hal ini ada macam: menundukkan pandangan dari aurat (orang lain) dan menundukkannya dari tempat yang mengundang syahwat;
🔸Yang pertama, seperti seorang laki-laki menundukkan pandangannya dari aurat orang lain, hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;

«لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ»

"Tidaklah (boleh) seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, dan perempuan melihat aurat perempuan.” [HR. Muslim]

Wajib bagi setiap insan menutup auratnya.

🔸Adapun yang kedua, adalah menundukkan pandangan dari perhiasan yang tidak tampak pada wanita asing (bukan mahram). Dan hal ini lebih berat daripada yang pertama.” [Majmu’ Fatawa:15/414-436]

🌴 Wahai saudaraku!
Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita taufiq dan hidayah-Nya agar pandangan kita senantiasa terjaga dari perkara-perkara yang diharamkan Allah ‘Azza wa Jalla.

🏡 Bersambung in syaa Allah…..

---------------------
✒ Ditulis oleh Abu Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi_di kota Ambon Manise, 24 Ramadhan 1436 H/11 Juli 2015.

📥 Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
----------------------

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Renungan Ramadhan Ke-4 (Belum Tersedia)

Renungan Ramadhan Ke-3

🌙 RENUNGAN RAMADHAN

💦 SUDAHKAH ANGGOTA TUBUHMU JUGA BERPUASA 🔍

🔖Bagian Ketiga🔖

🌴 Wahai saudaraku!
Diantara perintah Allah yang lainnya yang banyak ditinggalkan adalah shalat lima waktu secara berjamaah di masjid. Shalat jamaah adalah wajib bagi kaum laki-laki.

Allah Ta’ala berfirman;

{وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ}

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku' (shalat berjamah)”. [QS. Al-Baqarah:43]

Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini;

{وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا}

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.” [QS. An-Nisaa:102]

Dalam kondisi perang, Allah tetap memerintahkan kaum muslimin untuk melakukan shalat wajib secara berjamaah. Bagaimana keadaan kita yang aman dan tentram, tidak diliputi rasa takut untuk melangkah ke masjid?! Tentunya lebih-lebih lagi wajib pergi ke masjid untuk menunaikan shalat jamaah.

Perhatikan pula apa yang dikabarkan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu;

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ، فَسَأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ، فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ، فَرَخَّصَ لَهُ، فَلَمَّا وَلَّى، دَعَاهُ، فَقَالَ: «هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ؟» قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: «فَأَجِبْ» رواه مسلم.

"Seorang buta (tuna netra) pernah menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berujar "Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid." Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam untuk shalat di rumah. Ketika sahabat itu berpaling, beliau kembali bertanya: "Apakah engkau mendengar panggilan shalat (adzan)?" laki-laki itu menjawab; "Benar." Beliau bersabda: "Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat)!." [HR. Muslim]

Dalam hadits diatas, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tidak memberikan udzur (keringanan) kepada shahabat tersebut, padahal dia seorang yang buta, tidak memiliki penuntun yang akan menuntunnya ke masjid, bagaimana dengan orang-orang yang matanya masih bisa melihat dunia yang terang-benderang, masih sehat jasmani?! Tentu lebih-lebih tidak ada udzur baginya.

💦 Inilah musibah yang menimpa kaum muslimin.
Banyak dari kaum muslimin meninggalkan shalat wajib berjamaah. Kalaupun mengerjakan, itupun hanya shalat Isya saja, karena kebetulan terangkai dengan shalat sunnah Taraweh. Sungguh ironis, mereka semangat mengerjakan shalat sunnah Taraweh secara berjamaah, namun bermalas-malasan menunaikan shalat wajib berjamaah. Inilah musibah yang menimpa kebanyakan kaum muslimin.

⚠ Waspadailah wahai saudaraku!
Orang-orang yang suka meninggalkan shalat berjamaah telah menyerupai orang-orang munafiq. Orang-orang menufiq paling malas mengerjakan shalat berjamaah, adapun jika shalat, itupun mereka mendatanginya dengan malas-malasan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

«إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ، وَصَلَاةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا، وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ، فَتُقَامَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ، ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ، فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ»

"Shalat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya` dan shalat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang dan ia mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar untuk menjumpai suatu kaum yang tidak menghadiri shalat (jamaah), lantas aku bakar rumah-rumah mereka." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

🔊 Berkata Ibnul Mundzir rahimahullah: “keinginan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membakar rumah-rumah orang-orang yang tidak menghadiri shalat (jamaah) adalah dalil yang jelas tentang wajibnya shalat berjamaah, karena tidak boleh bagi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam membakar rumah orang yang tidak hadir dalam shalat sunnah dan apa saja dari perkara yang bukan wajib.” [al-Awsath:4/134]

🔊 Berkata Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu: “Sungguh aku memandang bahwa tidaklah orang yang meninggalkannya (shalat jamaah) melainkan orang munafiq dengan kemunafiqan yang jelas”.

Bahkan sebagian shahabat seperti; Ibnu Mas’ud, Abu Musa al-Asy’ari dan Ali bin Abi Thalib berpendapat tidak sahnya shalat seseorang yang meninggalkan shalat jamaah, padahal dia telah mendengarkan seruan adzan.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita dan seluruh kaum muslimin taufiq dan hidayah-Nya untuk sadar akan kewajiban shalat jamaah dan diberikan kemudahan untuk mengerjakannya. Aamin ya Rabbal ‘Aalamin.

Bersambung in syaa Allah…..

--------------------------
✒ Ditulis oleh Abu Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi_di kota Ambon Manise, 20 Ramadhan 1436 H/7 Juli 2015.

📥Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
-----------------------------

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Renungan Ramadhan Ke-2

🌙 RENUNGAN RAMADHAN

💦 SUDAHKAH ANGGOTA TUBUHMU JUGA BERPUASA🔍

🔖Bagian Kedua🔖

🌴 Wahai saudaraku!
Taqwa adalah engkau menjalankan segala perintah-perintah Allah dan meninggalkan segala bentuk larangan-larangan-Nya.
Oleh karena itu, jika engkau ingin meraih predikat sebagai insan yang bertaqwa maka engkau harus menjalankan segala perintah-perintah Allah dan meninggalkan segala bentuk larangan-larangan-Nya.

Perintah Allah yang paling agung yang harus kita tunaikan setelah perintah mentauhidkan Allah adalah perintah menunaikan shalat lima waktu. Shalat lima waktu adalah rukun kedua setelah dua kalimat syahadat. Oleh karena itu, amal yang pertama akan dihisab pada hari kiamat nanti adalah shalat. Dari shahabat Abu Hurairah, ia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلَاةُ»

"Sesungguhnya yang pertama kali akan di hisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya.” [HR. Ahmad, Abu Dawud dan yang lainnya, dishahihkan asy-Syaikh al-Albani dan asy-Syaikh Muqbil]

🌴 Wahai saudaraku!
Allah Ta’ala memerintahkan para Nabi-Nya untuk menunaikan shalat;

{وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا}

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” [QS. Thahaa:132]

{وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ}

“dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” [QS. Maryam:31]

🔦 Lihatlah, Allah Ta’ala senantiasa memerintahkan untuk menegakkan shalat selama hayat masih dikandung badan. Perhatikanlah tauladan yang diberikan Nabi Ismail dalam ayat ini;

{وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا}

“Dan ia (Ismail) menyuruh keluarganya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.” [QS. Maryam:55]

🔎 Perhatikan pula pendidikan yang diajarkan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang mana kita diperintahkan untuk mendidik anak sejak usia tujuh tahun untuk menunaikan shalat, dan jika usianya telah mencapai sepuluh tahun, maka kita diperintahkan untuk memukulnya jika enggan menjalankan shalat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

«مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ»

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya, dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidurnya." [HR. Abu Dawud, dishahihkan asy-Syaikh al-Albani]

❓Sudahkah kita mengamalkan hal ini, atau jangan-jangan kita sendiri belum menjalankan ibadah shalat, sehingga malu jika akan memerintahkan anak-anak kita untuk shalat. Wallahul musta’an (hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan).

🌴 Renungkanlah wahai saudaraku!
Anak usia 10 tahun jika tidak menjalankan shalat maka harus dipukul, bagaimana dengan yang usianya lebih dari itu? 15 tahun/ 20 tahun/ 40 tahun/ 60 tahun masih enggan melaksanakan shalat, tentu tindakan keras harus dilakukan jika usianya lebih dari 10 tahun.

⚠ Waspadailah wahai saudaraku!
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam orang-orang yang enggan menunaikan ibadah shalat dengan kekufuran. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

«الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ»

 "Perjanjian diantara kita dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya berarti ia kafir." [HR. Ahmad, dishahihkan asy-Syaikh al-Albani dan asy-Syaikh Muqbil]

«إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ»

"Sungguh, yang memisahkan antara seorang (muslim) dengan kesyirikan dan kekufuan adalah meninggalkan shalat'." [HR. Muslim]

💦 Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan, dibulan Ramadhan ini masih kita dapatkan banyak dari kaum muslimin yang meninggalkan ibadah shalat lima waktu. Sangat ironis, mereka semangat mengamalkan rukun Islam yang keempat (puasa), tetapi meninggalkan rukun Islam yang kedua (shalat). Adapula yang semangat menunaikan ibadah shalat sunnah Taraweh, namun perkara yang wajib, yakni shalat lima waktu ditinggalkan. Sebagian kaum muslimin ada yang hanya mengerjakan shalat Isya’ saja, karena kebetulan terangkai dengan shalat Taraweh.

Inilah kenyataan yang terjadi. Ibadah yang agung ini banyak dilalaikan oleh kebanyakan kaum muslimin. Jika seperti ini, apakah mereka akan keluar dari bulan Ramadhan dengan meraih predikat sebagai muslim yang bertaqwa?!

📩 Bersambung in syaa Allah…..

------------------------------
✒ Ditulis oleh Abu Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi_di kota Ambon Manise, 18 Ramadhan 1436 H/6 Juli 2015.

📥 Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
--------------------------------

💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Renungan Ramadhan Ke-1

🌙 RENUNGAN RAMADHAN

💦 SUDAHKAH ANGGOTA TUBUHMU JUGA BERPUASA🔍
🔖Bagian Pertama🔖
🌴 Wahai saudaraku!
Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Dan diantara hikmah disyariatkannya ibadah puasa Ramadhan adalah mencetak insan yang bertaqwa kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman;
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah:183]
Untuk memberikan kemudahan kepada umat ini dalam meraih predikat sebagai insan yang bertaqwa, maka Allah Ta’ala membuka lebar-lebar pintu-pintu Jannah dan tidak ada satupun pintu Jannah yang tertutup, dan Allah menutup pintu-pintu Neraka dan tidak ada satupun pintu Neraka yang terbuka, dan Allah juga membelenggu para setan-setan yang terkutuk yang suka menggoda manusia untuk bermaksiat dan jatuh kedalam dosa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ"
"Apabila bulan Ramadhah datang, maka pintu-pintu Jannah dibuka, sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu". [HR. Al-Bukhari-Muslim dari sahabat Abu Hurairah]
🌴 Perhatikanlah wahai saudaraku!
Kaum muslimin terlihat begitu semangat beribadah, baik dalam ibadah shalat berjama’ah, puasa, bershadaqah dan amalan shaleh yang lainnya. Padahal suasana seperti ini tidak pernah terlihat sebelumnya, namun tatkala datang bulan Ramadhan terlihat kaum muslimin memiliki antusias untuk beribadah. Yang dulunya tidak pernah shalat lima waktu, ketika bulan Ramadhan tiba, begitu ringannya untuk melangkah ke masjid. Yang dulu berat berpuasa meskipun cuma sehari saja, tatkala ketika bulan Ramadhan tiba, begitu ringannya berpuasa, padahal dia harus berpuasa satu bulan penuh. Yang dulu mungkin kikir untuk bershadaqah, ketika bulan Ramadhan datang, begitu ringannya tangan ini untuk membantu fakir miskin dan anak yatim. Ini semua adalah kemudahan dari Allah Ta’ala untuk hamba-hamba-Nya.
Ramadhan adalah bulan pembinaan iman yang mana dengan ini akan mencetak generasi-generasi umat yang bertaqwa kepada Allah. Dan inilah diantara tujuan disyariatkannya ibadah puasa. Sungguh suatu momen yang tepat, untuk kita manfaatkan bulan yang agung ini sebagai bulan pembinaan iman dengan banyak menjalankan amalan-amalan shaleh, sehingga kita bisa keluar dari bulan ini dengan membawa predikat sebagai insan yang bertaqwa.
📩 Bersambung in syaa Allah…..
-----------------------------
✒ Ditulis oleh Abu Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawi_di kota Ambon Manise, 17 Ramadhan 1436 H/5 Juli 2015.
--------------------------------------
💎 Forum Permata Muslimah Salafiyyah 📚

Kamis, 25 Juni 2015

Pembatal-Pembatal Puasa Yang Paling Banyak Ditanyakan Tentang (Hukum) Nya

📝 PEMBATAL-PEMBATAL PUASA YANG PALING BANYAK DITANYAKAN TENTANG (HUKUM) NYA

💢مفطرات الصيام التي يكثر السؤال عنها:

〰〰〰〰〰〰〰

🔴التحاميل ( لاتفطر) ابن عثيمين

🔴قطرة العين ( لاتفطر) ابن تيمية وابن باز وابن عثيمين.

🔴الكحل ( لايفطر)ابن تيمية وابن باز و ابن عثيمين.

🔴قطرة الأذن ( لاتفطر)ابن تيمية وابن باز و ابن عثيمين.

🔴قطرة الأنف ( اذا وصلت الى المعدة فإنها تفطر) ابن عثيمين .
ابن باز: قطرة الأنف لاتجوز للصائم ومن وجد طعمها في حلقه فعليه القضاء.

🔴بخاخ الربو ( لايفطر) ابن باز ابن عثيمين واللجنة الدائمة.

🔴الإبر المغذية( تفطر) ، والإبر العضلية او الوريدية أو الجلدية ( لاتفطر) ابن عثيمين وابن باز.

🔴إبر البنسلين ( لاتفطر) ابن عثيمين

🔴إبر الأونسولين لمرضى السكر ( لاتفطر) اللجنة الدائمة.

🔴إبرة تخدير الأسنان وعمل حشوه وتنظيفها
( لايفطر) ابن باز.

🔴استنشاق البخور عمداً مع العلم( يفطر) ، أما مجرد شم البخور ( فلايفطر) ابن عثيمين.

🔴استعمال العطور واستنشاقها( لايفطر) ابن عثيمين وابن باز.

🔴مرطب الشفتين( لايفطر) بشرط عدم ابتلاع شيء منه، ابن عثيمين

🔴المكياج ( لايفطر) ابن باز وابن عثيمين

🔴القيء عمداً ( يفطر) ، وبغير عمد( لايفطر) ابن عثيمين وابن باز.
.

🔴رعاف الأنف وقلع الضرس مع خروج دم ( لايفطر) ابن عثيمين وابن باز.

🔴تحليل الدم( لايفطر) ابن باز وابن عثيمين.

🔴الإحتلام( لايفطر) ابن عثيمين وابن باز.

🔴السباحة والغوص( لايفطر) ابن عثيمين

🔴دواء الغرغرة( لايفطر) بشرط عدم ابتلاع شيء، ابن عثيمين

🔴السواك( لايفطر) ابن عثيمين وابن باز.

🔴معجون الأسنان ( لايفطر) اذا لم ينزل الى المعدة، والأولى عدم استعماله؛ لان له نفوذ قوي. ابن عثيمين وابن باز.

🔴بلع النخامة( لايفطر) ابن عثيمين

🔴تذوق الطعام( لايفطر) ولكن لاتبتلعه ،ولاتفعله الا لحاجه. ابن عثيمين

🔴لصقات النيكوتين( تفطر) اللجنة الدائمة.

من ‏​‏​‏​‏​‏​‏​‏​تنبيهات شهر رمضان

نقل عن مجموعات الكتاب والسنة
 بتصرف- يسي-ر

〰〰〰〰〰〰〰

1. Suppositoria (obat berbentuk peluru yg dimasukkan ke dalam anus atau yg semisalnya).
👋 Tidak membatalkan puasa. Menurut pendapat asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

2. Tetes mata.
👋 Tidak membatalkan puasa.
Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh.

3. Celak
👋 Tdk membatalkan puasa
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin.

4. Tetes telinga
👋 Tidak membatalkan puasa.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh.

5. Tetes hidung
👃 Jika sampai masuk ke lambung
👋 maka membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

📝 Adapun asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat tetes hidung tidak boleh bagi orang yg berpuasa. Dan barang siapa yang mendapati rasanya di tenggorokannya, maka wajib baginya untuk mengqodho' (yakni batal puasanya).

6. Sprayer (semprot) asma.
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Baz, aay-Syaikh Ibnu Utsaimin dan al-Lajnah ad-Daimah rahimahumulloh.

7. Suntikan Nutrisi.
💉 ⚠ Membatalkan puasa.

💫 👋 Adapun suntikan otot, pembuluh darah atau kulit maka tidak membatalkan.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh.

8. Suntik Pinichilin
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

9. Suntik Insulin bagi penderita diabetes.
👋 Tidak membatalkan puasa.
al-Lajnah ad-Daimah.

10. Suntik bius (anastesi) pada gigi, menambal dan membersihkannya.
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahulloh.

11. Menghirup bukhur (asap gaharu) dengan sengaja dalam keadaan tahu.

⚠ Membatalkan puasa.

📌 Adapun sekedar mencium aroma bukhur tanpa sengaja menghirupnya, maka tidak membatalkan.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

12. Memakai minyak wangi dan menghirupnya.
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh.

13. Pelembab bibir.
👋 Tidak membatalkan puasa,
👉 Dengan syarat tidak ada yg tertelan sedikitpun darinya.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

14. Make up.
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

15. Muntah dengan sengaja.
⚠ Membatalkan puasa.

📌 Adapun jika tidak sengaja maka tidak membatalkan.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

16. Epistaksis (mimisan), cabut geraham disertai keluarnya darah.
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh.

17. Diambil darah untuk diperiksa.
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

18. Ihtilam (mimpi basah).
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh.

19. Berenang dan menyelam.
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

20. Obat kumur (semisal listerin).
👋 Tidak membatalkan puasa.
📌 Dengan syarat tidak ada yang tertelan sedikitpun darinya.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

21. Siwak.
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh.

22. Pasta gigi (gosok gigi).
👋 Tidak membatalkan puasa selama tidak sampai ke lambung.

📌 (Akan tetapi) yang lebih utama tidak menggunakannya, karena memiliki pengaruh (rasa) yang kuat.

23. Menelan dahak.
👋 Tidak membatalkan puasa.
asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.

💫📝adapun asy Syaikh ibnu Baz rahimahulloh berpendapat dahak/riak (النخامة) tidak boleh ditelan dan wajib dibuang (tambahan dari pent).

24. Mencicipi makanan.
👋 Tidak membatalkan puasa,

📌 akan tetapi tidak boleh menelannya, dan tidak melakukannya kecuali memang dibutuhkan.

25. Koyo nikotin.
⚠ Membatalkan puasa.

al-Lajnah ad-Daimah.

✏ Alih Bahasa : al ustadz Syafi'i al Idrus Hafizhohulloh

🔸Dari : "Tanbiihaat Syahri Ramadhon"

📚 Faedah dari Majmu'ah Manaabir al-Kitab was Sunnah dengan sedikit perubahan.

📝 Forum Ahlussunnah Ngawi

◉ ◈ ◉ ◈ ◉ ◈ ◉ ◈ ◉ ◈ ◉
📌 أصحاب السنة
⭐ 🌿 ⭐ 🌿 ⭐

✪ASHHABUS SUNNAH✪
📕Muslimah Belajar Shorof 📚

Derma Untuk Berbuka Orang-Orang Yang Berpuasa

🌷🍔🍵🍟 DERMA UNTUK BERBUKA ORANG-ORANG YANG BERPUASA

✒ Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz رحمه الله

📢 Ummu Hamid dari al-Hauthah mengatakan: Sebagian lembaga-lembaga sosial bangkit bergerak mengumpulkan derma/shadaqah dari kaum muslimin guna menyiapkan tempat-tempat berbuka bagi orang-orang faqir kaum muslimin di bulan Ramadhan. Apakah orang yang berderma untuk lembaga-lembaga tersebut mendapatkan pahala memberi makan orang-orang yang berpuasa ataukah seorang itu harus memberikan buka puasa itu secara mandiri?

🔓Jawaban: Apabila seorang muslim berderma untuk memberikan makan bagi orang yang berbuka puasa, maka dia diberi pahala dan termasuk bentuk shadaqah darinya, sama saja dia melakukannya sendiri (mandiri), melalui seorang yang terpercaya, atau melalui berbagai lembaga (yayasan) yang dapat dipercaya.

💻 http://www.binbaz.org.sa/node/554

✒ Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

💡📝 WSI ~ http://forumsalafy.net/?p=11739

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

التبرع لإفطار الصائمين

أم حامد من الحوطة تقول : تقوم بعض المؤسسات الخيرية بجمع التبرعات من المسلمين لإعداد مشاريع إفطار للفقراء من المسلمين في شهر رمضان ، فهل من يتبرع لهذه المؤسسات يكون أجر الإفطار قد حصل له أم لابد من قيام الشخص بتقديم الإفطار بنفسه ؟

إذا تبرع المسلم لإفطار الصوام ، فهو مأجور وذلك من الصدقة سواء كان ذلك بنفسه أو بمن يراه من الثقاة أو من الجمعيات الموثوقة .

✆ WA Lintas Ilmu Shiyam ※ WALIS ✆
✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧
🔊🌸WA khalifah 🌸

🛅➠http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
📕Muslimah Belajar Shorof 📚

Hukum Puasa Wanita Haidh JikaTelah Suci Sebelum Terbit Fajar

🌱🌹🌱🌹🌱🌹🌱

🌹Hukum Puasa Wanita Haidh Jika telah Suci sebelum Fajar Terbit🌖🌹

🔬Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

📮Soal:

Seorang penanya mengatakan: "Jika wanita haidh telah suci dan mandi setelah shalat fajar, kemudian shalat dan menyempurnakan puasanya pada hari itu, apakah wajib baginya mengqadha?"

🔐Jawab:

Jika wanita haidh telah suci walaupun semenit sebelum fajar terbit, namun dia yakin telah suci, dan jika terjadi di bulan Ramadhan, maka wajib baginya berpuasa dan puasanya pada hari itu sah serta tidak wajib mengqadhanya, karena dia berpuasa dalam keadaan suci meskipun dia belum mandi kecuali setelah fajar terbit. Tidaklah mengapa, sebagaimana seorang lelaki yang junub karena jima atau ihtilam (mimpi basah) kemudian sahur dan tidak mandi kecuali setelah fajar terbit, maka puasanya sah.

⌛Pada kesempatan ini, aku ingin memperingatkan tentang perkara lain seputar wanita. Jika wanita mengalami haidh ketika sedang puasa pada hari itu, sebagian wanita menganggap bahwa jika mengalami haidh setelah berbuka sebelum menunaikan shalat Isya maka puasa hari itu menjadi rusak. Hal ini tidak memiliki dasar, bahkan puasanya tetap sempurna dan sah meski dia mengalami haidh sesaat setelah matahari terbenam.

💻Sumber: http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_16919.shtml

💻Muslimah Belajar Shorof || http://muslimahbelajarshorof.blogspot.com/?m=0

📕Muslimah Belajar Shorof 📚