Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2015

Membaca Al Qur'an Sambil Tiduran

〰〰〰〰〰〰〰🍂🍂


📖💫🌃 MEMBACA AL QUR'AN SAMBIL TIDURAN

🌄 ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻫﻮ ﻣﻀﻄﺠﻊ

▪Asy Syaikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baaz rahimahullah
______________________________________
 
🌿 السؤال :

ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻫﻮ ﻣﻀﻄﺠﻊ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﺮﻳﺮ، ﻭﻛﻴﻒ ﺗﻨﺼﺤﻮﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻣﺮ ﺑﺂﻳﺔ ﺳﺠﻮﺩ؟

🌿 الجواب :

ﻧﻌﻢ، ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻗﺎﺋﻤﺎً، ﻭﻗﺎﻋﺪﺍً، ﻭﺳﺎﺟﺪﺍً، ﻗﺎﺋﻤﺎً ﻭﺟﺎﻟﺴﺎً، ﻭﻣﻀﺠﻌﺎً، ﻻ ﺑﺄﺱ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃ؛ ﻟﻘﻮﻟﻪ - ﺟﻞ ﻭﻋﻼ :

‏( ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺬْﻛُﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻭَﻗُﻌُﻮﺩًﺍ ﻭَﻋَﻠَﻰَ ﺟُﻨُﻮﺑِﻬِﻢْ ‏) ،

ﻭﻗﻮﻟﻪ – ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ : ‏

( ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗَﻀَﻴْﺘُﻢُ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻓَﺎﺫْﻛُﺮُﻭﺍْ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻭَﻗُﻌُﻮﺩًﺍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺟُﻨُﻮﺑِﻜُﻢْ ‏) ،

ﻓﻬﺬﺍ ﻣﻦ ﻧﻌﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﻦ ﺗﻴﺴﺮﻩ - ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ -¬¬¬¬ ، ﻭﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﻓﺈﺫﺍ ﻗﺮﺃﻩ ﻣﻀﻄﺠﻊ، ﻓﻼ ﺣﺮﺝ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﻭﻫﻮ ﺟﺎﻟﺲ ﻻ ﺣﺮﺝ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﻭﺇﺫﺍ ﻣﺮ ﺑﻪ ﺍﻟﺴﺠﺪﺓ ﻗﺎﻡ ﻭﺳﺠﺪ ﺟﻠﺲ ﻭﺳﺠﺪ ﺇﻥ ﺷﺎﺀ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﺴﺠﻮﺩ ﻟﻴﺲ ﺑﻮﺍﺟﺐ ﺳﻨﺔ ﻣﺴﺘﺤﺒﺔ، ﻓﺈﺫﺍ ﻗﺮﺃ ﻭﻫﻮ ﺟﺎﻟﺲ ﺳﺠﺪ، ﻭﻫﻮ ﻗﺎﺋﻢ ﺳﺠﺪ، ﻭﻫﻮ ﻣﻀﻄﺠﻊ ﺟﻠﺲ ﻭﺳﺠﺪ ﻻ ﻳﺴﺠﺪ ﻭﻫﻮ ﻣﻀﻄﺠﻊ ﻳﺠﻠﺲ ﻭﻳﺴﺠﺪ . ﺟﺰﺍﻛﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻴﺮﺍ
______________________________________


💬 Pertanyaan:

❓Bolehkah membaca Al Qur’an sambil berbaring di tempat tidur? Dan apa yang dilakukan ketika membaca ayat sajadah?

💬 Jawaban:

✅📝 Ya, membaca Al Qur’an sambil berdiri, sambil duduk, sambil bersujud, dan sambil berbaring, semuanya boleh.

✔ Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺬْﻛُﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻭَﻗُﻌُﻮﺩًﺍ ﻭَﻋَﻠَﻰَ ﺟُﻨُﻮﺑِﻬِﻢْ

“(yaitu) orang-orang yang berzikir sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring..”
 (QS. Al Imran: 191)

🔻Dan juga firman-Nya:

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗَﻀَﻴْﺘُﻢُ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻓَﺎﺫْﻛُﺮُﻭﺍْ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻗِﻴَﺎﻣًﺎ ﻭَﻗُﻌُﻮﺩًﺍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺟُﻨُﻮﺑِﻜُﻢ
ْ
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring”
 (QS. An Nisa: 103)

🌻 Ini merupakan bagian dari nikmat Allah Ta’ala dan kemudahan dari-Nya. Karena Al Qur’an adalah dzikir yang paling agung, sehingga (berdasarkan ayat tadi) membacanya sambil berbaring boleh saja.

👉Jika membaca ayat sajadah, maka (cara sujud sajadah):
〰berdiri kemudian sujud, lalu duduk, lalu sujud, jika memang ia menginginkannya. Karena sujud sajadah tidak wajib, melainkan mustahab (dianjurkan).
〰Jika ia membaca Al Qur’an sambil duduk maka langsung sujud.
〰 Jika sambil berdiri, langsung sujud.
〰Jika sambil berbaring, duduk dahulu baru kemudian sujud.
❌Jangan langsung bersujud dari berbaring, yang benar duduk dahulu baru sujud." ﺟﺰﺍﻛﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻴﺮﺍ

ℹ📑www.ibnbaz.org.sa/node/19451

••••••••••••••••••••
✍ Syabab Ashhabus Sunnah

📜➧Untuk fawaaid lainnya bisa kunjungi website kami:
🌏 www.ittibaus-sunnah.net

◉ ◈ ◉ ◈ ◉ ◈ ◉ ◈ ◉ ◈ ◉
📌 أصحاب السنة
⭐ 🌿 ⭐ 🌿 ⭐

✪ASHHABUS SUNNAH✪

-------------
turut mempublikasikan:
🌹syarhus sunnah lin nisaa`

〰🌸〰🌸〰🍃〰🌸〰🌸〰ً

Minggu, 19 Juli 2015

Membaca Al Qur'an Pada Bulan Ramadhan Disertai Memahami Maknanya Lebih Utama

📚Membaca Al-Qur`an pada Bulan Ramadhan disertai Memahami Maknanya, Lebih Utama🌹

✅Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti beliau. Amma ba’du.

❓Saya pernah bertanya kepada Syaikhuna (Guru kami) Al-‘Allamah Al-Muhaddits Asy-Syaikh Ahmad An-Najmi Rahimahullah Ta’ala,
👉“Mana yang lebih utama: seseorang membaca Al-Qur’an dan menamatkannya beberapa kali pada bulan Ramadhan atau ia membaca Al-Qur’an berikut tafsirnya dengan pelan-pelan [dan menamatkannya] sekali atau dua kali saja di bulan Ramadhan?”

🔐Asy-Syaikh an-Najmi rahimahullah pun menjawab,
“Demi Allah, kalau dia membaca Al-Qur’an berikut tafsirnya sekali saja dan memahaminya, maka ini LEBIH BAIK, ketimbang dia membaca [dan menamatkannya] berkali-kali.

💭Abdullah bin Mas’ud, ketika suatu hari ada seorang pria yang mengatakan kepadanya “Sungguh, kemarin, saya membaca al-Mufashshal (empat juz terakhir Al-Qur’an yang dimulai dari Surat Qaf hingga akhir al-Qur`an) “, maka beliau mengomentarinya, “Apakah [membaca Al Qur’an] itu [seperti membaca] syair?”.

👍Karenanya, hendaklah seseorang itu membaca Al-Qur’an dengan merenunginya, meskipun ia telah mengetahui yakni telah membaca  tafsirnya dan telah jelas apa yang dibacanya itu. Yang paling baik baginya adalah membaca Al-Qur’an dengan pelan sambil merenungi dan mengulang-ulang pada ingatannya tafsir (tentang makna ayat) yang telah dibacanya.“

🌻Rujukan: “Pertemuan dengan asy-Syaikh an-Najmi rahimahullah pada Hari Senin, 28 Sya’ban 1428 H, menit 12:16.”

                             🌻🌻🌻

❓Al-‘Allamah DR. asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah juga pernah ditanya, yang pertanyaan ini disampaikan melalui internet dar Perancis,
👉“Mudah-mudahan Allah memberikan kebaikan kepadamu. Wahai Syaikh yang mulia. Apakah kajian-kajian selama bulan Ramadhan kami hentikan saja lalu kami fokus pada hafalan Al-Qur’an Al-Karim?”

🔐Asy-Syaikh Muhammadd bin Hadi Al-Madkhali pun menjawabnya,
“Pertanyaan ini selalu muncul dan disampaikan pada bulan Ramadhan, bulan yang telah diturunkan di dalamnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan sebagai penjelasannya serta sebagai pembeda [antara yang benar dan yang batil] bagi manusia, sebagaimana yang telah difirmankan oleh RABB kita Tabaraka wa Ta’ala. Akan tetapi, sebagian orang menganggap bahwa Ramadhan itu bulannya malas.

❌Ini tidak betul. Ramadhan itu bulannya semangat. Bulannya sungguh-sungguh. Bulannya jihad dalam beribadah dan berbuat kebaikan.

💎Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika Ramadhan, tatkala beliau bertemu dengan Jibril dan membacakan Al-Qur’an kepadanya. Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam jauh lebih dermawan dalam memberi dibanding angin yang berhembus. Dan itu terjadi pada bulan Ramadhan.

🌙Ramadhan bulannya mengerahkan diri. Bulannya memberi dan berkurban. Berapa banyak peperangan dalam Islam, terjadi ketika Ramadhan.

Perang pertama adalah YAUMUL FURQAN, Perang Badar. Ketika itu, Allah tinggikan Islam dan para pemeluknya, sebaliknya Allah rendahkan kekafiran dan para pendukungnya.

Demikian pula Penaklukan Kota Mekkah dan berbondong-bondongnya manusia masuk ke dalam agama Allah, itu pun terjadi pada bulan Ramadhan. Karena itu, bulan

💤Ramadhan bukan bulannya malas dan tidur-tiduran. Yang seperti ini tidak betul. Juga seperti halnya sebagian manusia membatasi diri hanya membaca Al-Qur’an saja. Kita katakan, iya, bahwa membaca Al-Qur’an dalam bulan Ramadhan adalah yang paling nikmat dan lebih mulia.

🌷Meski demikian, yang seperti itu tidaklah menghalangimu dari [kajian-kajian] ilmu. Adapun apa yang diriwayatkan dari al-Imam Malik bahwa beliau jika datang Ramadhan menutup dan menyimpan kitab AL-MUWATHTHA’nya lalu fokus membaca Al-Qur’an, maka ini tidak SHAHIH.  Tidak SHAHIH riwayat itu dari al-Imam Malik.
Berapa banyak para muhaddits dan ulama yang [terus] menyampaikan ilmu di bulan Ramadhan.

❌Akan tetapi, memang banyak manusia yang menyedikitkan hal itu di bulan Ramadhan guna mengonsentrasikan diri mengerjakan ketaatan untuk dirinya sendiri. Mereka pun menjadikan untuk dirinya wirid (aktivitas ibadah rutin harian) yang ia tidak boleh luput darinya.

💭Meski demikian, janganlah juga seseorang itu meninggalkan menyampaikan  kebaikan untuk orang lain. Sementara mengajarkan kepada manusia apa yang bermanfaat bagi agama dan dunia mereka, bahkan mengajarkan apa-apa yang diwajibkan atas mereka apabila tidak ada yang melakukakun itu di negerinya kecuali oleh dia sendiri, maka tidak boleh dia berhenti dari mengajar umat, memberi faedah kepada mereka, dan menunaikan apa-apa yang dibutuhkan mereka. Jika dia memang orang yang dibutuhkan umat dalam hal itu, maka hendaklah dirinya terus bersabar melakukannya. Dia akan diberi pahala karenanya, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukannya.

✅Benar, seseorang itu harus lebih memperhatikan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. Bagi seorang penuntut ilmu, paling minimal hendaknya dia dalam bulan ini membaca al-Qur`an, minimal kalau dia hendak meninggalkan ilmu-ilmu lainnya, maka minimalnya bersama dia membaca al-Qur`an, dia juga mengkhatamkan tafsir al-Qur`an tersebut. Sehingga ketika bulan (Ramadhan) telah selesai, dia telah mengkhatamkan al-Qur`an dan dia memahami maknanya. Dia memahami makna-makna al-Qur`an, bersama itu dia mengkhatamkan satu kitab Tafsir. Seperti TAFSIR IBNU KATSIR atau ringkasannya–dan ini apa yang saya ingat sekarang. Atau TAFSIR AL-BAGHAWI.

💧Di tengah-tengah kita sekarang, banyak yang meremehkan membaca tafsir. Banyak yang malas membaca tafsir di kalangan kita sekarang ini.  Apa yang terjadi ini menyiratkan lemahnya semangat kita, wahai para penuntut ilmu.

⚠Karena itu, hendaklah kita senantiasa bersama Al-Qur’an pada bulan Ramadhan ini, minimalnya, yakni jika dia juga mengkaji pelajaran-pelajaran yang lain, hendaknya dalam mendalami Al-Qur’an di bulan Ramadhan tersebut disertai tafsirnya, sehingga satu bulan selesai dan selesai pula dia membaca satu kitab tafsir terhadap al-Qur`an yang Mubarak ini secara lengkap.
Wallahu a’lam.

🌻Rujukan: “Liqa bersama Yang Mulia Doktor asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah di Jami’ Maktabah, Shamithah, 21 Sya’ban 1428 H.

sumber http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=144670

💻http://www.manhajul-anbiya.net/membaca-al-quran-pada-bulan-ramadhan-disertai-memahami-maknanya-lebih-utama/

📕Muslimah Belajar Shorof 📚

Metode Nuraniyah

📢📢 HIMBAUAN ASY -SYAIKHAH UMMUL HARITS HAFIZHAHALLAH UNTUK MENGENALKAN METODE NURANIYAH

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

⚠Ummahat dan akhawat salafiyah di bumi Indonesia, juga yang tinggal di negara manapun, dengan ini kami ingin menyampaikan KESAN dan PESAN Asy-Syaikhah Ummul Harits Zainab bintu Sulaiman hafizhahallah yang baru datang menghadiri Daurah Nasional tahun ini, khususnya tentang METODE PENGAJARAN AL-QURAN terutama bagi anak-anak dan para pemula.

🎀 Asy-Syaikhah Ummul Harits Zainab ﺣﻔظها ﺍﻟﻠﻪ dalam daurah khusus untuk ustadzat di Yogyakarta telah memperkenalkan dan sekaligus mengajarkan serta mempraktekkan METODE NURANIYAH dalam pengajaran membaca Al-Quran.

🌷 Selama daurah semua peserta nampak antusias dan semangat mengikuti pelajaran khusus ini.

✅Perlu diketahui bahwa metode nuraniyah ini telah dipakai di hampir semua sekolah dan lembaga pendidikan khusus Al-Quran di seluruh penjuru negara Saudi Arabia dan sekitarnya.

💦💦 Sebenarnya daurah tahun yang lalu Asy-Syaikh Hani bin Buraik ﺣﻔظه ﺍﻟﻠﻪ telah pula memperkenalkan juga mengajarkan metode Nuraniyah ini pada daurah asatidzah di Bantul, tapi sepertinya belum ada respon untuk menerapkan di mahad salaf di Indonesia.

💬Akhirnya pada daurah tahun ini datanglah Asy-Syaikhah dengan tujuan mengajarkan metode nuraniyah ini kepada kita kaum wanita salafiyah, insya Allah dengan harapan agar bisa diterapkan di mahad salafi di Indonesia.

👍Kami melihat metode nuraniyah ini lebih mudah, lebih praktis dan tidak berbelit-belit, kitabnya juga hanya satu jilid, tapi segala sesuatu yang baru pastilah dianggap asing dan sepertinya sulit, tapi jika dipraktekkan insya Allah jauh lebih mudah.

🔊 Maka dengan ini kami menghimbau kepada antunna apakah sebagai mudirah, ustadzah maupun musyrifah di setiap mahad ataupun pondok pesantren salafi di Indonesia untuk mulai menerapkan metode nuraniyah di tahun ajaran baru di bulan Syawwal nanti, dengan tujuan untuk menyeragamkan kurikulum belajar dan mengajar bacaan Al-Quran di semua mahad salafi di Indonesia.

📗 Adapun menurut hemat kami, akan memulai memperkenalkan sekaligus mengajarkan metode nuraniyah dari awal jenjang pendidikan di raudhatul athfal/TK kelas A, yakni di tahun pertama.

Semoga Allah ta'ala memberi kemudahan kepada kami juga kepada antunna semua, Amin.

🔊 Kami menghimbau kepada antunna yang mengikuti daurah khusus Ady-Syaikhah Ummul Harits ﺣﻔظها ﺍﻟﻠﻪ untuk membina dan mengajarkan metode nuraniyah kepada para ustadzah TK yang ada di mahad di kota masing-masing.

Demikian himbauan dan harapan kami, semoga Allah ta'ala meridhai dan memberi segala kemudahan untuk kita semua, amin.

☝Perlu pula antunna maklumi bersama bahwa himbauan ini atas persetujuan dari Asy-Syaikhah Ummul Harits ﺣﻔظها ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.


Ukhtukunna fillah,
Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid
___________
🔗http://annisaa.salafymalangraya.or.id

🎀 WhatsApp Nisaa` As-Sunnah🎀

------------------
Turut mempublikasikan
🌍ASIA (Admin Salafiyat Indonesia)

〰🌻〰🌻〰🌻〰🌻〰🌻〰
📕Muslimah Belajar Shorof📚

Dzikir Setelah Selesai Membaca Al Qur'an

♻SUNNAH YANG DITINGGALKAN DZIKIR SETELAH SELESAI MEMBACA AL-QURAN

Segala puji bagi Allah shalawat dan salam atas Rasulullah, amma ba'du:

Sesungguhnya menghidupkan sunnah-sunnah Nabi termasuk perbuatan besar yang dapat mendekatkan diri kepada Allah تعالي, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwasannya Rasulullah صلي الله عليه و سلم bersabda: barangsiapa mengajak kepada petunjuk baginya pahala semisal pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun .
HR. MUSLIM

Maka ambillah ahibbati fillah sunnah ini yang banyak orang lalai darinya.: Disunnahkan setelah selesai membaca al-Quran untuk mengucapkan:

((سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ)).

"Maha Suci Engkau ya ᐴ dan dengan Memuji-Mu aku bersaksi tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau aku meminta ampunan-Mu dan bertobat kepada-Mu."

Dalilnya dar Aisyah رضي الله عنها berkata: Tidaklah Rasulullah صلي الله عليه و سلم duduk, membaca al-Quran, shalat kecuali menutupnya dengan kalimat itu. Berkata Aisyah: aku katakan: Ya Rasulullah tidaklah aku melihat Anda duduk, shalat kecuali Anda menutupnya dengan kalimat ini?
Beliau bersabda: Ya, barangsiapa mengucapkan kebaikan maka kalimat itu menjadi stempel atas kebaikannya dan barangsiapa mengucapkan kejelekan maka kalimat itu menjadi penghapusnya:
Subhanakallahumma wa bihamdika laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik. (1)

Dan al-Imam An-Nasa'i رحمه الله telah membuat bab atas hadits ini dengan ucapannya: Dengan apa bacaan al-Quran ditutup.

_________________________

1. Sanadnya shahih: dikeluarkan oleh an-Nasa'i dalam "Sunan al-Kubra" (9/123/10067) dan ath Thabraani dalam "ad-Du'a' (nomer 1912) dan as-Sam'ani dalam "Adabul Imla' wal Istimla' (hal. 75), dan Ibnu Nashiruddin dalam " Khatimah Tawdhihil Mustabih" (9/282).
Dan berkata al-Hafizh Ibnu Hajar dalam " an-Nukat" (2/733): Sanadnya shahih, dan berkata asy-Syaikh al-Albani dalam " ash-Shahihah" (7/495): Ini juga sanad yang shahih sesuai syarat al-Imam Muslim, dan berkata asy-Syaikh Muqbil al-Wadi'i dalam "al-Jami' ash-Shahih Mimma Laisa Fish Shahihain" (2/128): Ini hadits yang shahih.

 💻🔍
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=114235

🌈WHATSAPP AL-UKHUWWAH

🇸🇦TEKS ARAB🇸🇦

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله.
أما بعد: فإنَّ إحياء السنن النبوية من أعظم القربات إلى الله، فَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صورة ، قَالَ: (( مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا )) [رواه مسلم].
فإليكم أحبتي في الله، هذه السُّنة التي غفل عنها كثيرٌ من الناس:

يُسْتَحَبُّ بعد الانتهاء من تلاوة القرآن أن يُقال:
((سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ)).

الدليل: عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ : مَا جَلَسَ رَسُولُ اللهِ صورة مَجْلِسًا قَطُّ، وَلاَ تَلاَ قُرْآناً، وَلاَ صَلَّى صَلاَةً إِلاَّ خَتَمَ ذَلِكَ بِكَلِمَاتٍ، قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَاكَ مَا تَجْلِسُ مَجْلِساً، وَلاَ تَتْلُو قُرْآنًا، وَلاَ تُصَلِّي صَلاَةً إِلاَّ خَتَمْتَ بِهَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ ؟
قَالَ: (( نَعَمْ، مَنْ قَالَ خَيْراً خُتِمَ لَهُ طَابَعٌ عَلَى ذَلِكَ الْخَيْرِ، وَمَنْ قَالَ شَرّاً كُنَّ لَهُ كَفَّارَةً: سُبْحَانَكَ [اللَّهُمَّ] وَبِحَمْدِكَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ))([1]).

وقد بَوَّبَ الإمام النسائي على هذا الحديث بقوله: [ما تُختم به تلاوة القرآن].
ــــــــــ
([1]) إسناده صحيح: أخرجه النسائي في "السنن الكبرى" (9/123/10067)، والطبراني في "الدعاء" (رقم1912)، والسمعاني في "أدب الإملاء والاستملاء" (ص75)، وابن ناصر الدين في "خاتمة توضيح المشتبه" (9/282).
وقال الحافظ ابن حجر في "النكت" (2/733): [إسناده صحيح]، وقال الشيخ الألباني في "الصحيحة" (7/495): [هذا إسنادٌ صحيحٌ أيضاً على شرط مسلم]، وقال الشيخ مُقْبِل الوادعي في "الجامع الصحيح مما ليس في الصحيحين" (2/128): [هذا حديثٌ صحيحٌ].
منقول
----------
تاريخ كتابة الموضوع 23-Jun-2010



هذا رابط الموضوع من منتدى نور اليقين.

http://www.noor-alyaqeen.com/vb/t15641/

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

🌍 ADMIN SALAFIYAT INDONESIA (ASIA)

Apa Saja Niatmu Ketika Membaca Al Qur'an?

❓📝 PERTANYAAN PENTING

📎 Bagaimana niatmu ketika engkau sedang membaca Al-Quran?
Rosulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda : "Setiap amalan pasti ada niatnya, dan setiap orang diganjar sesuai dengan niatnya" HR. Bukhori dan Muslim

Mengagungkan urusan niat adalah perniagaan hati para sahabat, orang-orang arif, dan para ulama robbaniyyin. Sesungguhnya mereka melakukan satu amalan namun niat mereka banyak. Sehingga mereka memperoleh ganjaran yang sangat besar pada setiap niatnya.
Ibnu Katsir mengatakan : "Niat itu lebih tandas dari sekedar amalan".

📝 Berikut ini sebagian niat yang sepantasnya kita berniat dengannya ketika membaca Al-Quran :

1⃣ Kita memohon kepada Allah agar al-Quran tersebut memberikan syafaat kepada kita. Berdasarkan sabda Rosulullah shallahu'alaihi wa sallam : "Bacalah al-Quran, karena ia akan memberikan syafaat untuk kalian di hari kiamat."

2⃣ Untuk menambah amalan kebaikan.
Berdasarkan sabda Rosulullah shallahu'alaihi wa sallam : "Barangsiapa membaca satu huruf dari al-Quran, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatgandakan hingga sepuluh kebaikan..."

3⃣ Berharap agar kita diselamatkan dari api neraka.
Rosulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda : "Seandainya al-Quran itu dikumpulkan dalam suatu kulit, Allah tidak akan membakar al-Quran tersebut dengan api neraka." *) Disohihkan oleh Syaikh Al-Albani.

4⃣ Kita berharap dengan bacaan al-Quran tersebut untuk membangun kalbu.
Rosulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda : "Seseorang yang di dadanya tidak ada sedikit pun dari bacaan al-Quran, seperti rumah yang runtuh". HR. Tirmidzi

5⃣ Kita meniatkannya untuk beramal dengan setiap ayat yang kita baca, agar kita memperoleh derajat yang tinggi di jannah.
Rosulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda : "Dikatakan kepada pembaca al-Quran, bacalah dan naiklah. Dan tartilkanlah sebagaimana kamu memtartilkannya di dunia, karena tempatmu sesuai pada akhir ayat yang kamu baca." HR. Abu Daud dan Tirmidzi

6⃣ Kita meniatkan untuk disembuhkan dari penyakit-penyakit kalbu dan jasad kita dan juga sebagai penyebab turunnya rahmat kepada kita.
Allah berfirman : "Dan kami menurunkan dari (ayat-ayat) al-Quran yang itu merupakan obat dan rahmat." QS. Al-Isro' ayat : 82

7⃣ Kita meniatkan agar kalbu kita tenang.
Sebagaimana firman Allah : "Tidakkah dengan berdzikir kepada Allah itu hati-hati akan tenang." QS. Ar-Ro'd : 28

8⃣ Kita berharap agar al-Quran itu sebagai sebab hidupnya kalbu kita, cahaya di pandangan-pandangan kita, hilangnya kesedihan kita, dan lenyapnya kegundahan kita. Al-Quran menjadikan sejuk orang mukmin, sebagaimana air hujan menjadikan semi bumi.

9⃣ Kita meniatkan agar al-Quran itu sebagai sebab turunnya hidayah.
Allah berfirman : "Itulah al-Kitab (al-Quran) ang tidak ada keraguan di dalamnya sebagai petunjuk (hidayah) bagi orang-orang yang beriman." QS. Al-Baqarah : 2.
Dalam hadits qudsi Allah berfirman "Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya kalian semua dalam keadaan sesat, maka mintalah hidayah kepadaku niscaya Aku akan memberi hidayah kepada kalian." HR. Muslim

🔟 Kita membacanya dengan niat agar kita mati diatasnya. Sebagaimana Allah telah memberikan syahadah (kematian syahid) kepada Utsman bin 'Affan ketika ia sedang membaca al-Quran.
Ibnu katsir mengatakan : "Barangsiapa yang hidup di atas sesuatu, ia akan mati di atasnya. Dan barangsiapa mati di atas sesuatu, ia akan dibangkitkan di atasnya pula."
Beliau bersandar dengan firman Allah : "Apakah orang-orang yang berbuat kejelekan mengira kalau kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang melakukan kebajikan. Amat buruk apa yang mereka putuskan." QS. Al-Jatsiyah : 21

1⃣1⃣ Kita mebacanya degan harapan didekatkan dengan Rabb kita, dengan sebab cinta kalam-Nya yang agung.
Sebagaimana dalam sebuah hadits : "Sesungguhnya kamu bersama orang yang kamu cintai." HR. Muslim

1⃣2⃣ Kita berharap dengan membacanya sebagai sebab yang besar agar iman kita bertambah.
Allah befirman : "Dan apabila ada suatu surat yang diturunkan, maka ada di antara mereka yang mengatakan, siapa diantara kalian yang imannya bertambah. Adapun orang-orang yang beriman, maka iman mereka akan bertambah dalam keadaan mereka senang."

1⃣3⃣ Diantara niat kita ketika membacanya adalah kita berharap agar bertambah ilmu dan pengetahuan kita tentang Rabb kita. Agar kita semakin bertambah penghinaan dan perendahan kita kepada Allah. Sehingga kita beristi'anah kepada Allah dalam setiap saat.

1⃣4⃣ Diantara niat membaca al-Quran adalah kita mengharapkan keutamaan yang besar, yaitu agar bisa menjadi sebab Allah memilih kita termasuk ahli-Nya dan hamba-hamba khusus-Nya.
Berdasarkan sabda Rosulullah shallahu'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya Allah memiliki ahlu dari kalangan manusia" Para sahabat bertanya "Siapa mereka wahai Rasulullah?". Rasullah bersabada" Mereka adalah ahli Al Quran, mereka adalah ahli-Nya Allah dan hamba-hamba khusus-Nya." **) Disohihkan oleh Syaikh al-Albani.

1⃣5⃣ Dan diantara niat yang terbesar dan yang paling penting yang harus ada di depan adalah kita meniatkan beribadah kepada Allah dengan membacanya.
Sebagaiman firman Allah : "Dan bacalah al-Quran dengan tartil". QS. Al-Muzammil : 4

🔎❓Berdasarkan semua yang lalu ini, sudahkah engkau bertanya pada dirimu :
"Apa niatmu ketika engkau membaca al-Quran?"

Diterjemahkan dari tulisan Syaikh Fawwaz bin Ali al-Madkholi yang dinukil dari :
 www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=144989

------------------------
*) dalam riwayat lain "Seandainya al-Quran diletakkan dalam suatu kulit, kemudian dilemparkan ke dalam api neraka, niscaya tidak akan terbakar." Dihasankan oleh al-Albani.
**) Ahlunya Allah adalah para wali-Nya. Sebagaimana dijelaskan oleh as-Sundi dalam hasyiyah Ibnu Majah.

Diterjemahkan oleh :
✏📖 WA Syabab Salafy Dlingo

✆ WA Al Istifadah ※ WALIS ✆
🔊🌸WA khalifah 🌸
✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧

🛅➠http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html
📕Muslimah Belajar Shorof 📚